Arsip Blog

Kamis, 18 Juni 2015

Sajak Cinta

CAHAYA KEGUNDAHAN


      Bintang malam sangat terasa teriknya disinggasana cinta. cerita cinta yang menyerukan hangatnya cinta menjadi saksi bisu didalam perjalanan cinta. kegelisahan yang semula bersifat sementara kini telah menjelma menjadi-jadi dalam pelampiasannya. Tuhanku pernah berkata "Aku seperti apa yang engkau fikirkan". Sungguh aduhai sulit dimengerti. 
      Aku pernah berfikir wujud akan tuhanku "Besar"Tegas"Sombong"dan Kejam". Tapi apalah dayaku untuk menilai itu semua. Aku takut akan adzabnya yang sangat pedih. Obsesi-obsesi yang sering muncul didalam diriku hanyalah representatif dari apa yang aku fikirkan. jauh sangat berbeda dari apa yang aku mau. tapi, ya begitulah aku anak manusia yan ingin hidupnya bahagia. Egois.
     Taddabur yang telah aku lakukan saat ini sepertinya juga belum menumakan hasil. jauh sangat dari apa yan aku harapkan. malah kegundahan hati yang ku dapatkan. Muwasshofat telah aku lakukan, mencoba istiqomah, berikhtiar, serta sealalu berdoa pada-Nya. namun sang Khrisna juga tak mampu menjawabnya.
     Dedikasi seorang anak manusia bukanlah hanya dari segi fisik pada setiap organ yang sudah terlibat didalamnya haruslah menjadi satu kesatuan didalam menjalankannya. aku terheran jika aku melihat bulan yang hanya bisa melihat. bangga hati dan semangat yang kumiliki mengalahkan keegoisan diriku. 
      Diam memang tapi sulit dalam bertindak. aneh terasa, haus terasa dimulut, pahit cinta kasih yang dibagi. beratpun tak apa. goyangkan isi kepala, kencangkan ikat kepala, sing-singkan lengan baju untuk perjuangan yang kaya akan tantangan. 

                                                                                                  AFS  

Kamis, 07 Mei 2015

Indonesia Agraris



Indonesia Darurat Pertanian


Bahwa sesungguhnya dalam mengisi kemerdekaan Negara Republik Indonesia guna menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 merupakan tanggung jawab segenap bangsa Indonesia. Sadar akan fungsi, peranan dan tanggung jawabnya sebagai generasi muda. Mahasiswa pertanian Indonesia wajib meningkatkan pengabdiannya dalam pembangunan bangsa dan negara dengan berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan sadar akan hakekat kebersamaan dalam pengabdiannya bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini. Program-program pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya bahkan semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran. Meski demikian sektor ini merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya.
Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional.
Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan. Misalnya semakin meningkatnya impor pada beberapa komoditas hasil pertanian seperti minyak goreng, kelapa, dan kentang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya impor minyak goreng, kelapa, dan kentang Februari 2015 menunjukkan volume impor cukup besar dan berasal dari berbagai negara. Bahkan Indonesia impor minyak goreng dari Singapura. Berdasarkan data BPS impor minyak goreng tercatat mencapai 9.423 ton atau US$ 6,7 juta. Naik sekitar empat kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 2.126 ton atau US$ 2,5 juta. Padahal Indonesia merupakan produsen sawit terbesar di dunia.  Impor minyak goreng berasal dari India sebesar 7.505 ton atau US$ 4,5 juta, Malaysia 1.393 ton atau US$ 1,6 juta, Australia 293 ton atau US$ 354.000, Singapura 126 ton atau US$ 170.000, Thailand 100 ton atau US$ 105.000, negara lainnya dengan total 4,1 ton atau US$ 18.000.
Sedangkan untuk impor kelapa, volume impornya adalah sebesar 60,8 ton atau US$ 55,4.000. Negara pemasok antara lain Thailand 52,2 ton atau US$ 51.200, Singapura 425 kg atau US$ 543 ton dan akumulasi negara lain totalnya 8,1 ton atau US$ 3.664. Selanjutnya adalah kentang dengan volume impor mencapai 3.152 ton atau US$ 1,3 juta. Impor kentang berasal dari Jerman 2.196 ton atau US$ 856 ribu, Australia 906 ton atau US$ 444.000, Vietnam 50 ton atau US$ 28.000. Untuk itu sangat diperlukannya sistem dalam pemberdayaan petani lokal, sinergisitas petani, pengusaha, mahasiswa dan pemerintah dalam upaya pemberdayaanya. Sehingga Indonesia nantinya diharapkan bisa mandiri dan berdaulat dalam mempertahankan pertaniannya disemua lini.
INSTIPER merupakan salah satu perguruan tinggi swasta perkebunan terbaik di Indonesia yang didirikan 56 tahun yang lalu tepatnya 10 Desember 1958. Pada awalnya Instiper didirikan untuk pemenuhan sumber daya manusia perkebunan di Indonesia yang telah dinasionalisasikan secara komprehensif dan professional. Sebagai perguruan tinggi yang berfokus dalam perkembangan SDM perkebunan memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap  kualitas dari calon-calon sarjana yang akan dihasilkan. Terutama pertanian secara luas dan khususnya Sektor perkebunan (Kelapa sawit, Teh, Kopi, Karet, tebu, Cengkeh, dll).
Perkembangan Instiper sangatlah penting karena saat ini Indonesia sedang gencar dalam program perkembangan pertanian yang berkelanjutan. Baik sektor perkebunan maupun pertanian secara luas. Kementrian pertanian melalui badan LITBANG Pertanian RI telah memunculkan solusi pembangunan pertanian nasional dalam RPJMN yang tertuang dalam Strategi Induk Pengembangan Pertanian (SIPP) 2015-2045 yang merujuk pada  Pertanian Berkelanjutan Berbasis Bioindustri. Yang nantinya diharapkan bisa menjadi modal bagi Instiper dalam mengembangkan manusia-manusia muda Indonesia dalam rangka menjadikan Indonesia daulat dan mandiri pertaniannya.

                                                                RTHijau
                                                                  AFS