Sajak
Tak Bertuan
7
Mei 2015
Ketakutan-ketakutan yang datang dalam
kegelapan malam telah membuatku mati didalamnya. Tranformasi yang sudah kucoba
seakan pudar didalam dinginnya malam. Aneh dalam mengambil kesejukan, dan pahit didalam keceriaan yang membuatku
tersungkur didalam derunya air hujan. Terjatuh, bangkit, jatuh, dan bangkit
kembali.
Terkadang aku berfikir apakah ada waktuku
lagi? Akankah ada ruang didalam perjalananku? Apakah hanya pahit yang bisa
kurasa? Panas, panas dalam cinta nan semu. Indah terasa tapi sulit dirasa
sehingga aku hanya bisa terteguh dengan semua ini.
Oh bintang yang indah berilah aku sedikit angin
tentang apa yang sebenernya sedang terjadi pada diriku ini. Aku takut itu
hanyalah dalih dalam hayalanku. Sakit, terasa sangat sakit. Yakinkan semua yang
terjadi hanyalah aku yang salah. Bawalah kembali tulang pinggangku yang hilang
kepadaku lagi.
Terjangan badai yang indah seakan
mengingatkanku akan keindahan sinar rembulan. Purnama yang malu-malu diatas
indahnya langit juga ikut mengingatkanku akan adilnya kehidupan yang fana ini.
Sulit dan berat terasa didalam diri ini. Tapi yakinlah hayat tak akan melipakan
badan. Jadikan tangan kirimu sekuat baja dan kalahkan tangan kananmu yang
selalu merasa hebat didepan peraduan sang cinta.
RTHijau
AFS

nice 😊😊
BalasHapusnice 😊😊
BalasHapus