Refleksi
Antara Ambisi Dan Egoisme Perjuangan Didalam Membentuk Organisasi Satu Hati
Satu Tujuan
| ORGANISASI DAPAT MENYATUKAN AMBISI DAN EGOISME DIRI |
Sebuah organisasi tidak
akan bisa berjalan untuk mendapatkan tujuan yang menjadi visinya jikalau tidak
ada satu kesatuan dialam diri para penggiatnya. Setiap melodi-melodi dalam
irama yang dibentuk adalah salah satu pola awal yang harus difikirkan para
penggiatnya. Ada banyak manusia yang
tercipta dimuka bumi ini, ada banyak hal pula yang harus kita satukan.
Perbedaan-perbedaan yang terjadi disuatu paham seharusnya menjadi suatu alat
untuk mempersatukan semua insan.
Setiap
kita pada hakekatnya sudah memiliki bakat-bakat & kompetensinya yang telah
disisipkan didalam satu jiwa yang akan terus tersimpan didalam diri seseorang
sampai dia mengeluarkannya sendiri. Jika dikatakan aku adalah orang yang tidak
memiliki kemampuan, jangan pedulikan. Anggap saja orang tersebut hanyalah orang
yang memberi bumbu-bumbu dalam perjuangan kita.
Tulus
dalam berjuang haruslah menjadi semangat
didalam jiwa seorang penggiat, entah itu hitam ataupun putih. Dalam hal ini
pertanyaannya adalah apakah aku mampu dalam mempertahankannya? Tentunya sebuah
pertanyaan yang simpel tetapi sangatlah sulit dalam merealisasikannya. sudah
banyak orang yang telah termakan oleh pertanyaan tersebut. Nah, dari itu semua
akan timbul kembali satu pertanyaan yang muncul didalam menjalankan sebuah
organisasi yaitu apakah didalam organisasi perlu adanya ambisi dan egoisme?
Ambisi,
banyak orang yang menganggap sifat ambisius sebagai sifat yang negatif. Padahal
jika anda ingin sukses berkarir, ambisi adalah salah satu syarat terpenting.
Karena itu, kata ambisi harus difikirkan ulang. Menurut KBBI ambisi adalah
keinginan untuk mencapai sesuatu atau kemauan untuk mencapai sukses. Nah, dari
arti kata tersebut sebenernya ambisi berkonotasi positif. Ingat, tanpa ambisi
seseorang tidak akan mendapatkan apa
yang dia inginkan.
Didalam islam egoisme adalah
fitrah dari seorang manusia, karena manusia dilahirkan ibarat kertas putih ,
maka sifat itu akan menjadi warna yang yang akan mencoret kertas tersebut yang
dipengaruhi oleh lingkungan yang membentuknya. Ingatlah orang yang mampu
mengendalikana egoismenya adalah orang yang istimewa.
Kalau
anda ingin dihormati maka hormatilah diri anda
oleh diri anda sendiri dengan cara penampilan yang baik, bicara sedikit
tetapi meyakinkan dan jangan pernah menyalahkan orang lain, terutama Tuhan.
Karena segala sesuatunya yang terjadi pada anda adalah sendiri yang harus
dilakukan adalah intropeksi diri anda.
Hampir semua
orang akan mendeskripsikan keegoisan seperti diatas. Jika dipandang
seperti kalimat diatas maka semua
manusia adalah bernilai negatif. Tak peduli seberapa seberapa baik dan sabar
seseorang karena sifat egois sudah ada sejak kita dilahirkan. Pertanyaannya
adalah apakah anda mau dicap sebagai orang yang egois?
Ingatlah
menjadi egois adalah penting, namun jangan jadikan sifat egois sebagai sifat.
Gunakan sifat egois seperlunya saja. Coba fikirkan jika egois yang baik
disatukan dengan ambisi yang tinggi, pasti akan mendapatkan racikan yang
sangatlah istimewa. Ok.. jadilah orang yang mudah senyum, hormati keberadaan
orang lain, lakukan apa yang yang menjadi ambisimu, lakukan, kerjakan, dan dan
gol.
AFS
Keren bangg.. Terinspirasii.... (Y)
BalasHapushehe terimakasih peter
BalasHapus