Arsip Blog

Rabu, 06 Mei 2015

Renungan Jiwa



Refleksi Antara Ambisi Dan Egoisme Perjuangan Didalam Membentuk Organisasi Satu Hati Satu Tujuan


ORGANISASI DAPAT MENYATUKAN AMBISI DAN EGOISME DIRI
Sebuah organisasi tidak akan bisa berjalan untuk mendapatkan tujuan yang menjadi visinya jikalau tidak ada satu kesatuan dialam diri para penggiatnya. Setiap melodi-melodi dalam irama yang dibentuk adalah salah satu pola awal yang harus difikirkan para penggiatnya.  Ada banyak manusia yang tercipta dimuka bumi ini, ada banyak hal pula yang harus kita satukan. Perbedaan-perbedaan yang terjadi disuatu paham seharusnya menjadi suatu alat untuk mempersatukan semua insan.
Setiap kita pada hakekatnya sudah memiliki bakat-bakat & kompetensinya yang telah disisipkan didalam satu jiwa yang akan terus tersimpan didalam diri seseorang sampai dia mengeluarkannya sendiri. Jika dikatakan aku adalah orang yang tidak memiliki kemampuan, jangan pedulikan. Anggap saja orang tersebut hanyalah orang yang memberi bumbu-bumbu dalam perjuangan kita.
Tulus dalam berjuang haruslah menjadi  semangat didalam jiwa seorang penggiat, entah itu hitam ataupun putih. Dalam hal ini pertanyaannya adalah apakah aku mampu dalam mempertahankannya? Tentunya sebuah pertanyaan yang simpel tetapi sangatlah sulit dalam merealisasikannya. sudah banyak orang yang telah termakan oleh pertanyaan tersebut. Nah, dari itu semua akan timbul kembali satu pertanyaan yang muncul didalam menjalankan sebuah organisasi yaitu apakah didalam organisasi perlu adanya ambisi dan egoisme?
Ambisi, banyak orang yang menganggap sifat ambisius sebagai sifat yang negatif. Padahal jika anda ingin sukses berkarir, ambisi adalah salah satu syarat terpenting. Karena itu, kata ambisi harus difikirkan ulang. Menurut KBBI ambisi adalah keinginan untuk mencapai sesuatu atau kemauan untuk mencapai sukses. Nah, dari arti kata tersebut sebenernya ambisi berkonotasi positif. Ingat, tanpa ambisi seseorang tidak  akan mendapatkan apa yang  dia inginkan.
       Didalam islam egoisme adalah fitrah dari seorang manusia, karena manusia dilahirkan ibarat kertas putih , maka sifat itu akan menjadi warna yang yang akan mencoret kertas tersebut yang dipengaruhi oleh lingkungan yang membentuknya. Ingatlah orang yang mampu mengendalikana egoismenya adalah orang yang istimewa.
Kalau anda ingin dihormati maka hormatilah diri anda  oleh diri anda sendiri dengan cara penampilan yang baik, bicara sedikit tetapi meyakinkan dan jangan pernah menyalahkan orang lain, terutama Tuhan. Karena segala sesuatunya yang terjadi pada anda adalah sendiri yang harus dilakukan adalah intropeksi diri anda.
Hampir semua orang akan mendeskripsikan keegoisan seperti diatas. Jika dipandang seperti  kalimat diatas maka semua manusia adalah bernilai negatif. Tak peduli seberapa seberapa baik dan sabar seseorang karena sifat egois sudah ada sejak kita dilahirkan. Pertanyaannya adalah apakah anda mau dicap sebagai orang yang egois?
Ingatlah menjadi egois adalah penting, namun jangan jadikan sifat egois sebagai sifat. Gunakan sifat egois seperlunya saja. Coba fikirkan jika egois yang baik disatukan dengan ambisi yang tinggi, pasti akan mendapatkan racikan yang sangatlah istimewa. Ok.. jadilah orang yang mudah senyum, hormati keberadaan orang lain, lakukan apa yang yang menjadi ambisimu, lakukan, kerjakan, dan dan gol.

AFS  

2 komentar: